ReviewsFebruary 17, 2009 9:47 pm

Hari Sabtu, 14 Februari 2009 kemarin, gw menghabiskan Valentine dengan jalan berduaan sama ayank gw tercinta… Viniie! (err, kyaknya lu ma dia sama2 cewe deh Phin –")

Ya…itu ank salah satu besfren gw… Jadi gw pkir, daripada betelor dirumah sambil blajar buat Try Out mendingan jalan ke Puri ajah! Jadilah kami ke puri.

Trus, kita nton Bride Wars! Itu loh, film yang diperankan oleh Anne Hathaway dan Kate Hudson (ih mereka cakep deh! Jadi iri saia. ah gak penting!). Biarpun gw baca di Internet katanya film ini dikritik n dianggap kurang bagus oleh kritikus2 film, yah gw gak ngerti sih kritikus2 itu ngeliatnya dari sisi mana, tapi yang pasti, gw suka banget sama ceritanya! Aaaaaahhhhh! Yoyyoooii!!

Narator dari film ini adalah Marion, seorang WO (Wedding Organizer) super terkenal di New York, yang jadi idam2an para cewe kalo kawin tuh maunya sama ni orang. Alkisah, dua childhood friend yang sahabatan abis, Liv (Kate Hudson) and Emma (Anne Hathaway) waktu kecil pernah dateng ke sebuah kawinan di The Plaza bulan Juni. Dan menurut mereka, itu kawinan super yoi. Jadi mereka berdua punya impian buat kawin di The Plaza bulan Juni juga dengan WO si Marion.

Nahh..akhirnya mereka pun udah gede, udah punya cowo masing2. Dan tetep sahabatan abis, dengan sifatnya yang cukup bertolak belakang. Liv, cewe yang dominan, slalu mau perfect karena dia berpikir, dengan perfect di sgala hal, dia gak akan pernah ‘ditinggal’ di belakang gr2 ditinggal ortunya meninggal waktu dia kecil. Sedangkan Emma, cewe yg gak bisa nolak dan seringkali nolongin orang, tapi lupa nolong dirinya sendiri, contohnya, (Emma tuh guru) kalo guru lain ada yang punya tugas apa2, dengan gampang bisa dikasih ke dia dan dia mau aja.

Next..next..intinya, mereka pun dilamar cowok masing2 dan pergi berdua ke Marion, minta pernikahan di The Plaza bulan Juni, di 2 tanggal yang berbeda dimana mereka saling jadi pendamping pengantin satu sama lain. Ternyata, masih ada 3 tanggal kosong di bulan Juni di The Plaza, jadi mereka ambil 2 tanggal itu, dan cwe yang dateng setelah mereka ambil 1 tanggal lagi. Truz, omong pnya omong, tau2, asistennya Marion salah naro tanggal, mereka berdua di tanggal yang sama, 1 tggal udah diambil orang lain lagi. Jadi mereka nyoba buat ngintimidasi cwe yg dateng setelah mereka itu, buat ngubah, tapi gak berhasil. Akhirnya mereka jadi diem2an, nunggu sampe ada yang ganti tanggal jadi bulan Juni di The Plaza, tapi taon depan! Gak ada yang mau. Mereka mulai berantem saling ngelakuin berbagai hal buat ngerusak persiapan pernikahan satu sama lain.

Nahh… ni crita FRIENDSHIPnya yoi abis. Gw sampe nangis sesenggukan.. malu banget gw! Se-bioskop lagi sunyi sepi gw udah sesenggukan sendirian..!! Intinya, lama2 mereka mulai kehilangan persahabatan mereka. Tapi di satu titik, mendekati hari H (yang akhirnya jadi double weddings gara2 gak ada yg mau pindah tanggal), mereka menyadari bhwa mereka membutuhkan sahabat terbaik mereka. Dan klimaksnya yang ada di trailer, Emma dorong Liv dari belakang pas Liv lagi jalan masuk sama Nate (adek cowo Liv yang jadi pendampingnya klo ga salah). Trus akhirnya abis brantem2, mereka nangis, saling minta maaf. Dan Emma nyadar kalo dia tuh udah gak cocok sama calon suaminya, jadi mereka mutusin gak jadi nikah, dan Emma jadi pendamping pengantinya Liv.

Secara garis besar begitulah filmnya. Sumpah, sedih banget pas mereka mulai nyadar rusaknya persahabatan mereka gitu2. Dan ada 1 soundtracknya yang enak bgt gw jadi tergila-gila ampe sekarang. Judulnya Dream, yg nyanyi Priscilla Ahn. Sediiihhh.

Ah, hari Valentine gw jadi indah gitu, nonton film kayak gitu sama salah satu besfren gw…hehe. Buat gw maknanya yoi bgt. Jadi gw bisa bilang filmnya bagus…

Demikian review saia.. nonton ya… haha kalo pake 5 bintang, mungkin film ini dapet 4 dari 5 bintang. Tapi itu dari gw, yang sangat mengutamakan nilai yang mo disampaikan daripada aspek2 lain.

 

-iThanx-

ReviewsJanuary 2, 2009 3:29 pm

Mo nge-review 2 films sekaligus nih… Yang judulnya "Quarantine" sama yang judulnya "Halloween"… Gw juga menyediakan translation ke bahasa Inggris buat tiap paragraf yang gw ketik selanjutnya, supaya gak cuma org indo yang ngerti ni movie review. Biarpun translation gw gak 100% sama sih. OKehh…

———————

Sejujurnya, MENURUT GW, (ini sangat BERORIENTASI PADA DIRI GW SENDIRI ya!!) gw merasa sangat-sangat rugi dan buang duit nonton kedua film itu. Well, karena ini pendapat GUE, gw ga bisa menyalahkan si Quarantine dan si Halloween, atau mengatakan "kedua film itu jelek banget dan sial banget bkin gw buang duit karena ternyata filmnya ampas", karena GUE emang nggak suka dan nggak bisa nonton film kayak gitu. Sementara orang lain mungkin suka dan bisa-bisa aja nonton film sejenis itu.

To be honest, I THINK, (this is JUST A REVIEW FROM ME anyway!!) I felt so sorry to have watched those films, because I feel like wasting my money for nothing. Well, because this is just MY OPINION, I can’t blame Quarantine and Halloween, or even claim that "those films were suck and they made me waste my money because in reality the films were no better than rubbish", because it was JUST ME who don’t like and can’t stand watch "that kind" of film, when other people may like that kind of films.

Masalahnya, gue ituh IRONIC-SADISTIC PHOBIA!! Coba kita cek satu per satu film itu…

The problem is, I’ve got this IRONIC-SADISTIC PHOBIA!! Let’s review each films…

Judul: Halloween
Review singkat: Film ini tentang anak cowo yang kluarganya busuk abis. Namanya Michael. Bapaknya rese, alkoholik, ga bisa apa-apa, dan lumpuh, serta slalu ngehina Michael banci blablabla. Trus dy juga suka cari masalah ma istrinya. Kalo mamanya si Michael, kerja jadi penari telanjang di pub gitu dan ngidupin kluarga itu. Tp dy baek en sayang ama si Michael. Kalo cicinya Michael, remaja bitchy super nyebelin nan centil yang suka ngehina Michael juga. Dari kecil si Michael kek suka nyakitin hewan2 dengan menjijikan dan sadis trus difoto2 gitu. Sampe pas satu mlem halloween, (menurut gw c si michael ini kek punya dua kepribadian gitu, yang satu psikopat.Tapi yang baek2 gak nyadar yang psikopat ngapain aja) dia bunuh satu kluarganya (termasuk cowokny si cici yang ML sama cici) kecuali mamanya yang lagi kerja (well, nari telanjang di pub) dan adek cewenya yang masih bayi. Dan sisa film ini isinya cuma gimana si Michael makin gede doyan bunuh orang dengan adegan-adegan penuh darah, teriakan, menjijikan, sadis, bikin gue muntah, bikin gw ga bisa ngontrol aer mata, dan sebenernya c gw ga bener2 nonton bagian2 kek gitu soalnya gw jijik jadi gw cuma nutupin mata pake tas trus pura-pura budeg. Trus soal ending, kekny mendingan gak gw kasi tau, takutnya ada yang berniat nonton kan jadi gak seru lagi. (Buat gw sih amit2, seru gila loe! xP)

Title: Halloween
Short Review: A film about a boy who had a very bad family. His name was Michael. His father was a jerk, alcoholic, good-for-nothing, couldn’t walk guy who always mocked Michael as a sissy and such. He also often made fights with his wife. His mother was a strip dancer in a pub who worked for the family, but she always treated Michael nicely and she loved him so much. His elder sister was a pervert, bitchy girl who always mocked Michael as well. Since he was small, Michael liked to hurt animals in disgusting way, really, really disguting and sadistic way and took photographs of his victims. Until in a halloween night, (I think this Michael guy actually had a double-personality, and one of those was a psychopath’s one, but his "good boy" side never realized what his another personality had done) he killed everyone in his family (including his sister’s boyfriend who was having sex with her) except his mother who was working (well, strip dancing) at the time and his younger sister who was still a little baby. And the rest of the story was all about how Michael grew up and killed many people in such full-of-blood, screams, disgusting, sadistic, making-me-threw-up, making-my-tears-couldn’t-stop-flowing, well-actually-I-didn’t-watch-these-because-I-put-my-bag-on-my-face-so-I-don’t-have-to-see-those scenes all over the film. I think I shouldn’t tell about the ending for maybe there are people who haven’t watch it and mean to.

Judul: Quarantine
Review Singkat: Reporter cewe sama kameramennya kek lagi syuting acara semalam bersama pemadan kebakaran gitu. Kita tuh nonton dari kameranya itu. Trus pemadam kebakaran pada bilang,kalo kdg2 polisi (911) manggil mrka ga cuma buat madamin api, tp mreka juga bsa jadi petugas medis ato gantiin kerjanya ambulans. Malem itu, mereka beneran dapet telpon dari polisi, disuru ke apartemen gitu. Trus pas nyampe, kata yg punya apartemen, ada penghuninya, ibu2 tua, yang tiba2 treak kenceng. Trus mereka ke kamarnya si ibu tua, dan mendapati si ibu dengan iler ngucur, aer mata ngucur, darah blepotan di daerah mulut. Mreka nyoba ngomong ama dia, tapi tiba2 dia gigit orang kek orang gila dan salah satu orang akhirnya bunuh dia supaya ga menggila!! Ada satu penghuni apartemen yang dokter hewan, jadi brusaha semampunya gitu buat nolongin 2 pemadam kebakaran yang digigit. Dan dia mendapati bahwa penyakit ini adalah rabies aneh yang nyebar di manusia, dan lebih cepet nyebarnya dari rabies biasa. Nyebarnya lewat darah, liur, ato air mata penderita (jadi kalo digigit ikutan jadi rabies). Mreka brusaha kuar dari apartemen itu tapi ternyata udah di segel sama pemerintah, ga ngijinin siapapun kuar. Ahkirnya mereka tau, bhwa ada kek orang medis gitu yang ktemu anjing dengan rabies aneh ini, dan jejak kakinya menju ke situ. Dan anjing itu punyanya slh 1 pnghuni apartmen. Adegan2 selanjutnya berisi teriakan, menjijikan, sadis, bikin gue muntah, bikin gw ga bisa ngontrol aer mata, dan sebenernya c gw ga bener2 nonton bagian2 kek gitu soalnya gw jijik jadi gw cuma nutupin mata pake tas trus pura-pura budeg karna isinya manusia (dengan air liur blepotan di mulut n badan ngocor, aer mata ngocor, darah disekitar mulut n badan) kejar-kejaran buat ngeGIGIT manusia lain (yang treak2an, brusaha stenga mati buat kluar dari gedung itu tapi pemerintah kek karantina mereka dan ga brani menjamin bahwa tiap orang yg ada di dalem situ kalo diijinin kluar masih normal). Ending? biasa, ga enak klo nulis ending.

Title: Quarantine
Short Review: A reporter and her cameraman was going to have a night with fire-fighters for a TV program. We watch the movie from this camera they had. The firefighters told them that sometimes, police (911) calls firefighters not only to stop the fire, but firefighters can also be a paramedic team or do what ambulance team should do. In the night, they really got a call from 911 to come to an apartment. When they arrived, the owner of the apartment and his wife said that an old woman in one of the room suddenly screamed loudly. Then they walked to the old woman and found her with saliva flowed uncontrollably from her mouth, tears flowed from her eyes as well and blood was all around her mouth. They tried to talk to her but she suddenly bite one of them like crazy, until one of them killed her to stop her!!! One of the person in the apartment was a doctor for animals. He tried to help 2 firefighters who was bitten by that old woman and he found that, the disease was, rabies, a weird rabies that could infect human. It spread faster than in animals and of course the disease was spread by the rabies-person’s saliva, tears, or blood. They tried to get out of that apartment, but government closed and sealed it, no letting anyone go out. They finally found out that some paramedic guys found a dog with this dangerous rabies disease, they followed the footprints and they led them to the apartment. Well, the dog was one of the person in that apartment’s pet. The next scenes consisted of, screams, disgusting, sadistic, making-me-threw-up, making-my-tears-couldn’t-stop-flowing, well-actually-I-didn’t-watch-these-because-I-put-my-bag-on-my-face-so-I-don’t-have-to-see-those-scenes with humans (saliva all around their mouths & necks, tears flowed down, blood all over their mouths) tried to chase and bite humans (who screamed loudly, tried desperately to escape from the building but it looks like they were quarantined because government couldn’t guarantee that everybody inside wasn’t bitten). Ending? As usual, no ending will be written here.

Jadi, at all, untuk kedua film ini, gw merasa kek buang duit cuma buat ngeliat darah, daging, cairan otak, air liur alias iler, dan hal-hal menjijikan lain. Ditambah lagi gw lebih banyak nutup muka pake tas daripada nontonnya, jadi gw rasa gw cuma nonton 1/3 dari kedua film sementara gw bayar full. Gimana nggak gw ngerasa rugi? Well, buat Halloween, gw sama sekali ga berhasil menemukan pesan moral ato sesuatu yang bisa diambil (karna sejujurnya gw kalo nonton mentingin hal ini. Kalo seru tapi ga ada makna buat apa). Kalo Quarantine, gw masih menemukan moral, yakni, pengorbanan, karena saat2 terdesak kek gitu, kita harus ngelakuin sesuatu yang tepat. Seberapapun kita sayang sama orang, kalo orang itu bakal nyebabin hal buruk sama orang-orang lain, kita harus rela kehilangan dia demi keselamatan banyak orang.

So, at all, for these 2 films, I feel like wasting my money only to watch blood, flesh, brain’s liquid, saliva, and other disgusting things. Plus, I think, the time when I put my bag on my face was longer than the time when I watch the movie, so i feel like only watch 1/3 of the films when I paid for full ticket. Well, for Halloween, I really couldn’t find any message that I can take (because actually, when I watch something, I consider this as something important. I wouldn’t say a movie "very good" if there’s no message behind it). For Quarantine, I still found a message, it is about sacrifice. Because in that kind of situation, it wasn’t about how much you love someone, but if that someone could harm others, then you should let him die to save the other people.

Silakan kalo mo nyoba nonton kedua film ini. Tapi kalo Anda menderita IRONIC-SADISTIC PHOBIA kek saya, mendingan jangan.

Please just watch those films if you want. But if you’ve got IRONIC-SADISTIC PHOBIA like me, then you’d better don’t. Anyway, I’m so sorry for the bad grammar and lack of vocabulary I’ve got here… If you could understand what I wrote, then that’s enough for me. ^^

Skali lagi, smua review ini cuma OPINI GW. Gw ga bermaksut buat ngehina apapun ato siapapun, gw cuma ngasi tau pendapat terjujur gw. xD

Once again, all this review is MY OPINION. I didn’t mean to mock anything nor anybody, but just telling my honest opinion. xD

-iThanx-

|