BERAPA LAMA LAGI, KAWAN?
Karya: Josephine M.K.
Peluru yang beterbangan
Asap panas yang menari-nari
Ledakan tiada henti
Semua itu telah kita lewati, kawan
Sumpah yang mempersatukan
Deklarasi kemerdekaan
Upacara-upacara peringatan
Telah dilakukan, kawan
Mereka menagih, kita memberi
Mereka petinggi
Kita percayai
Namun apa yang mereka lakukan dengan itu, kawan?
Kita mencaci, kita memaki
Menonton televisi saat korupsi terjadi
Bukankah mereka kita yang pilih?
Memangnya apa yang sudah kita beri, kawan?
Kebangkitan nasional
Persatuan negara
Telah diumbar dan dirayakan
Apakah kita menjadi bagian di dalamnya, kawan?
Orang-orang kecil menangis berteriak
Sudah bosan dan muak dengan keadaan
Waktu kau dan aku dan para petinggi melihat mereka,
Apa yang kita perbuat, kawan?
Kawan, tengoklah sendiri dalam hatimu
Apakah kau menjadi bagian dari negara ini?
Dan lihatlah sendiri dalam otakmu
Cintakah kau pada negara ini?
Jika kau mencintainya, kawan
Maka bersatulah!
Berhentilah menjadi marah saat kesalahan kecil terjadi
Tidakkah kau hargai kebangkitan ini, kawan?
Sebab, berapa lama lagi, kawan?
Sampai orang-orang kecil itu dapat tersenyum
Dengan bangga mereka menunjuk sang saka
Sambil berkata, "Aku cinta Indonesia!"
Kawan, camkanlah, Indonesia bukan berarti sebuah negara
Yang dipimpin presiden dan memiliki ribuan pulau
Tapi Indonesia adalah sekumpulan jiwa
Yang seharusnya saling terkait dan mencintai
Maukah kau menjadi bagian dari keterkaitan itu, kawan?
Hidupilah kebersatuan itu dan lakukan bagianmu
Dan lihatlah, tak lama lagi, kawan
Baik orang-orang kecil maupun orang-orang besar akan berkata,
"Aku cinta Indonesia"
Pada ngerti maksutnya ga? haha.. kalo yang ga ngerti maap deh… Poin besarnya menurut gw sih ada di bait 10… Selamat hari kebangkitan nasional ya semuaa… Thx to Tanoko krna ingetin gw kmaren hari Kebangkitan Nasional…hahaha!

pelajar yang hebat…rasa nasionalisnya tinggi…ini juga bukti cinta indonesia melalui mahakaryanya…bravo pipin…
Comment by Bu Sisca — May 21, 2009 @ 6:45 pm
iippiiinnn… kok pipin c buu.. hehehe
Comment by iPhin — May 21, 2009 @ 6:46 pm
Awesome! It’s good if we use this technology - or communication tools - in the right way, to write something useful and meaningful, not just those bad words or crap things.
Comment by Bu Susie — May 21, 2009 @ 6:49 pm
bagussss pinnnn!!! setujuuu!! wkwkwkwk….
Comment by viniie — May 21, 2009 @ 6:50 pm
@ ms.susie: thx.. btul bgt tuh bu! haha
@ vini: hahaha..stuju apaannya lagi..haha
Comment by iPhin — May 21, 2009 @ 6:53 pm
YAP PIN!!
bagus2.. hehe
Comment by Alvin — May 22, 2009 @ 11:11 pm
wah kalo muridku yang satu ini mmg ‘jagonya’ (ato ‘betinanya’ ya) membuat refleksi puisi dalam setiap keadaan. LANJUTKAN…
Comment by Pak Ayub — May 22, 2009 @ 11:11 pm
@ ayete: hahahah bagus doongg
@ pa ayub: wkwkwk.. udh kyak SBY aje ni pak pake lanjutkan… haha
Comment by iPhin — May 22, 2009 @ 11:12 pm
MARI LANJUTKAN
Comment by Alvin — May 22, 2009 @ 11:12 pm
hahahhahaha….paa jahhh dahhh pinnn…
Comment by viniie — May 22, 2009 @ 11:13 pm
bgs pinn.. hhe
Comment by yye — May 22, 2009 @ 11:13 pm