iPhin curhatMay 22, 2009 6:42 pm

Gue tulis dngan air mata bercucuran kayak tanggul Situ Gintung tadi malem, Kamis, 21 April ‘09, pas lagi SaTe. Mana tulisannya semerawut, untung masih kebaca buat dipindahin ke komputer… Btw, tau lagu "I Will Be Here" nya Stephen Curtis Chapman? Ni gara2 koko gue nyetel tu lagu di mobil gw jadi ikutan demen. Kalo ga tau klik disini aja buat liriknya. Trus pas lagi SaTe rasanya Dia nyuruh gw nyetel tu lagu, dan Dia yang lagi nyanyi buat gw… Trz gw mulai banjir dan nulis ini deh…

Kau boleh panggil aku besok, Tuhan, sebab seribu tahun di bumi hanya sedetik di tempat kudus-Mu.
Kau boleh kembalikan aku jadi debu, Tuhan, sebab aku ini debu dan tangan-Mu menghidupkan debu ini.
Kau boleh perintahkan sang surya tak muncul lagi besok, Tuhan, sebab ia hanya tumpuan kaki-Mu.
Kau boleh biarkan orang-orang di sekelilingku menyakitiku; orang tuaku, saudaraku, sahabatku, dan orang-orang lain yang ku cintai, mereka boleh mengkhianatiku.

Aku tak peduli, selama aku masih melihat kalimat "Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya" dan "Tetapi kasih setia-Ku tidak akan Ku jauhkan dari padanya" di Kitab-Mu, aku akan tetap berdiri untuk-Mu.

Bahkan jika dunia membuang aku dan mengatakan betapa buruknya aku, aku tak peduli sebab Kau bilang aku cantik.
Aku boleh Kau ciptakan dengan berliter-liter air mata yang siap tumpah kapan pun setiap kali orang-orang menggores hatiku.
Tapi aku tahu bahwa Kau sedang memelukku sambil mengusap air mataku.
Engkau boleh ciptakan aku dengan tabiatku menanggung sendiri rasa sakitku, tapi aku tahu saat aku disakiti Engkau pun tengah merasakan sakitku.

Aku mencintai-Mu, Tuhan. Lebih dari apapun. Lebih dari manusia mana pun yang Engkau letakan di sisiku.
Sebab mereka dapat Kau ambil dariku kapan pun, namun saat aku tak mampu berkata-kata lagi, Engkaulah yang tetap bersabar, duduk di sebelahku dan mendengarkanku.
Jika Kau ambil semua talentaku dan aku terbangun tanpa segelintir memori pun, aku harap aku masih memiliki Roh-Mu di sini.

Aku mencintai-Mu, Tuhan. Thanks for Your shoulder that You lend to me.
Tuhan, lihatlah, mereka mulai menyakitiku lagi dan kini aku menangis lagi. Tapi aku masih mencintai-Mu, Tuhan.

Ya gw harap ini bukan skedar tulisan penuh emosi yg gw tulis sesaat, tapi tetep gw amini sampe kekekalan… Moga" ni tulisan jadi berkat, bukan masalah sombong ato pamer nya lho…

Karya SastraMay 21, 2009 6:36 pm

BERAPA LAMA LAGI, KAWAN?
Karya: Josephine M.K.

Peluru yang beterbangan
Asap panas yang menari-nari
Ledakan tiada henti
Semua itu telah kita lewati, kawan

Sumpah yang mempersatukan
Deklarasi kemerdekaan
Upacara-upacara peringatan
Telah dilakukan, kawan

Mereka menagih, kita memberi
Mereka petinggi
Kita percayai
Namun apa yang mereka lakukan dengan itu, kawan?

Kita mencaci, kita memaki
Menonton televisi saat korupsi terjadi
Bukankah mereka kita yang pilih?
Memangnya apa yang sudah kita beri, kawan?

Kebangkitan nasional
Persatuan negara
Telah diumbar dan dirayakan
Apakah kita menjadi bagian di dalamnya, kawan?

Orang-orang kecil menangis berteriak
Sudah bosan dan muak dengan keadaan
Waktu kau dan aku dan para petinggi melihat mereka,
Apa yang kita perbuat, kawan?

Kawan, tengoklah sendiri dalam hatimu
Apakah kau menjadi bagian dari negara ini?
Dan lihatlah sendiri dalam otakmu
Cintakah kau pada negara ini?

Jika kau mencintainya, kawan
Maka bersatulah!
Berhentilah menjadi marah saat kesalahan kecil terjadi
Tidakkah kau hargai kebangkitan ini, kawan?

Sebab, berapa lama lagi, kawan?
Sampai orang-orang kecil itu dapat tersenyum
Dengan bangga mereka menunjuk sang saka
Sambil berkata, "Aku cinta Indonesia!"

Kawan, camkanlah, Indonesia bukan berarti sebuah negara
Yang dipimpin presiden dan memiliki ribuan pulau
Tapi Indonesia adalah sekumpulan jiwa
Yang seharusnya saling terkait dan mencintai

Maukah kau menjadi bagian dari keterkaitan itu, kawan?
Hidupilah kebersatuan itu dan lakukan bagianmu
Dan lihatlah, tak lama lagi, kawan
Baik orang-orang kecil maupun orang-orang besar akan berkata,
"Aku cinta Indonesia"

Pada ngerti maksutnya ga? haha.. kalo yang ga ngerti maap deh… Poin besarnya menurut gw sih ada di bait 10… Selamat hari kebangkitan nasional ya semuaa… Thx to Tanoko krna ingetin gw kmaren hari Kebangkitan Nasional…hahaha!

iPhin curhat, Karya SastraMay 19, 2009 6:09 pm

Sesuai sama judul note ini, akhirnya gw memutuskan buat lupain dia. (LOH!! Ga sesuai ya?)

Yep, gw mau lupain LADA, because masih ada gula, garam, merica, dan cabe rawit…

Dulu kan gw tulis note yg judulnya ‘Permata di Tempat Tertinggi’ ttg perasaan gw ke Lada, ya sekarang kalo mo lupain dia, gw tulis note lagi deh, biar ada prolog ada epilog (hah apa sih Pin?).

Puisi gw kali ini rada beda dari biasanya, soalnya bahasanya nyampur-aduk. (Buat yg ga suka ngeliat bahasa Inggris sok2 di mix sama bahasa Indo, YA SORI LAHH!) Abis feelingnya lagi enak gitu kemaren nulis dlm duo-bahasa… Nulis puisi kan ga cuma pake tangan, pake hati juga coy… hix hix…

GOOD BYE, NICE MAN
Karya: Josephine M.K.

Good bye, nice man
You may be the nicest man I’ve ever known
But when it’s time already,
Here I am, watching you from this place
As you leave my heart and mind

Selamat tinggal, nice man
Meski tangisku meradang
Dan jemariku masih terkait pada tubuhmu
Aku telah mengambil keputusan ini
Melepasmu…

Good bye, nice man
I may not be able to find someone like you anymore,
Ever in my life
But I’m still so thankful that you were here
To fill my heart with love and mourn

Selamat tinggal, nice man
I love you so, I loved you so
Namun aku tak dapat membangun sebuah tembok
Yang cukup kokoh untuk diletakan pada batas
Antara cinta dan kekaguman semata

Good bye, nice man
Don’t you see I’m crying? I bet you don’t
Don’t see!
Let me cry on my own,
And let my tears send you away
Away from me, as far as they can

Now, nice man
Whenever I meet you again
I’ll start to talk about how much I adore you
And tell a story about how much I used to love you

But adoring is not the same as loving, nice man

Bahkan, nice man
Jika seseorang memberitahuku bahwa sesungguhnya,
Aku hanya membohongi diriku sendiri saat aku melepasmu
Aku kan biarkan jiwaku meringis dan mataku menangis lagi

Tapi aku takkan biarkan lidahku akui itu, nice man

So, good bye, nice man
Leave my heart
But don’t leave my life
Because I’m still adoring you
Although I’ve stopped loving you

Yeah, yeah, good bye, Lada…

|