Seringkali kupikir…
Mengapa aku terlahir di dalam-mu?
Mengapa harus aku yang hidup denganmu?
Sementara, kulihat banyak orang lain yang memiliki hidup lebih baik dariku di luar engkau…
Seringkali kutanya…
Apa untungnya bagiku menjadi bagian darimu?
Apa yang bisa kudapat dari engkau yang berkondisi seperti itu…?
Kurasa… masih kuragukan, apa yang bisa kau berikan padaku sementara kau tak mampu menolong dirimu sendiri?
Seringkali kusesali…
Bagaimana caranya untuk mengubah perbedaan di dalam dirimu untuk menyesuaikan diriku?
Bagaimana caraku mendekatkan diri dan memperbaikimu, jika engkau menolaku?
Kau bilang kita bersatu,
Tapi mengapa peperangan antar perbedaan tak kunjung berhenti…?
Negaraku tercinta, seabad lamanya sudah…
Sudah seratus tahun kau bangkit dari penjajahan.
Namun mengapa tak juga kau mampu yakinkanku untuk bangga menjadi bagianmu?
Ketika kutanya mengapa dan mengapa aku berada di dalam-mu,
Kau jawab aku,
"Karena aku tak mampu menentukan dimana kau seharusnya.
Karena aku masih memerlukan engkau.
Karena engkau terlanjur ada di sini, di dalamku."
Ketika kutanya apa dan apa yang bisa kudapat darimu,
Kau katakan padaku,
"Aku sering mendapat pertanyaan seperti ini,
tapi masih kuingat, bagaimana salah seorang yang pernah bertanya seperti itu akhirnya berkata,
Jangan tanyakan apa yang bisa diberikan negara padamu,
tapi tanyakanlah apa yang bisa kau berikan bagi negaramu"
Ketika kutanya bagaimana dan bagaimana memperbaikimu,
Kau menghela napas sambil menitikkan air mata tiada henti,
"Jangan sudutkan aku dengan pertanyaan ini.
Memang aku tak bisa berikan alasan mengapa kau ada di sini,
itu karena bukan aku yang memaksamu ada di sini.
Aku juga tak mampu berikan kepastian akan apa yang akan kau dapat di dalamku,
tapi kuharap kau bisa belajar untuk menerima sesuatu yang tak bisa menjadi seperti yang kau mau.
Dan aku pun tak mampu perbaiki diriku sendiri,
atau mengajarimu cara memperbaiki diriku.
Karena itu aku butuh kau untuk memperbaiki aku dengan caramu.
Aku pun tak pernah menjanjikan persatuan dan ketiadaan perang perbedaan
Namun aku masih terus berdoa kepada Tuhan,
agar suatu saat nanti, aku benar-benar menjadi satu pribadi yang saling menerima,
dan tak ada lagi peperangan di dalamku,
dan tak ada lagi pencemooh di dalamku,
dan tak ada lagi penyudutan minoritas oleh mayoritas.
Aku masih terus sabar,
menanti agar kau dan setiap komponen di dalamku,
Memperbaiki aku,
Menjadikan aku sesuai yang diharapkan para pendiriku.
Yang telah berkorban demi aku dan kau.
Jika aku masih terus sabar dan berharap akan perkembanganku,
apakah kau berani tetap bertahan dan dengan penuh kesabaran mengembangkanku?"
Ketika kau tanyakan itu, aku pun menitikan air mataku,
dan kukatakan ini padamu, negaraku,
"Ya, akan kupertahankan kau.
Kupertahankan apa yang diperjuangkan oleh para pendirimu.
Aku kan sabar dalam doa dan memperjuangkan,
supaya tak ada lagi peperangan di dalam-mu,
supaya tak ada lagi pencemooh di dalam-mu,
supaya tak ada lagi penyudutan minoritas oleh mayoritas.
Bangkitlah, negaraku tercinta, Indonesia. Ku kan ada untukmu.
-iLoveU-




ahay!












pake acara ktemu anak2 geje di metroTV (Anton, Kiki, dkk) aihhh.. ternyata si mas2 pada autis loh… amit2 jangan sampe gw ketularan autisnya hahahah!!! kpan2 gw balik lagi dah kesono.. kalo punya duit tapiiii!!!
trus pulangnya jem 8 malem OMG… stengah hari gw dirumah orang.. sarapan, makan siang, sampe makan malem disono… jadi gak enak… trus malemnya gw tvonan ma si tony ipto sampe jem 3 pagiii!!!! aihh!! rese tu orang mo bikin tagihan gw mleduk kali yaaa!!! liad aj kalo dia isi pulsa gw bikin abis tu ntar!
