Gue tulis dngan air mata bercucuran kayak tanggul Situ Gintung tadi malem, Kamis, 21 April ‘09, pas lagi SaTe. Mana tulisannya semerawut, untung masih kebaca buat dipindahin ke komputer… Btw, tau lagu "I Will Be Here" nya Stephen Curtis Chapman? Ni gara2 koko gue nyetel tu lagu di mobil gw jadi ikutan demen. Kalo ga tau klik disini aja buat liriknya. Trus pas lagi SaTe rasanya Dia nyuruh gw nyetel tu lagu, dan Dia yang lagi nyanyi buat gw… Trz gw mulai banjir dan nulis ini deh…
Kau boleh panggil aku besok, Tuhan, sebab seribu tahun di bumi hanya sedetik di tempat kudus-Mu.
Kau boleh kembalikan aku jadi debu, Tuhan, sebab aku ini debu dan tangan-Mu menghidupkan debu ini.
Kau boleh perintahkan sang surya tak muncul lagi besok, Tuhan, sebab ia hanya tumpuan kaki-Mu.
Kau boleh biarkan orang-orang di sekelilingku menyakitiku; orang tuaku, saudaraku, sahabatku, dan orang-orang lain yang ku cintai, mereka boleh mengkhianatiku.
Aku tak peduli, selama aku masih melihat kalimat "Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya" dan "Tetapi kasih setia-Ku tidak akan Ku jauhkan dari padanya" di Kitab-Mu, aku akan tetap berdiri untuk-Mu.
Bahkan jika dunia membuang aku dan mengatakan betapa buruknya aku, aku tak peduli sebab Kau bilang aku cantik.
Aku boleh Kau ciptakan dengan berliter-liter air mata yang siap tumpah kapan pun setiap kali orang-orang menggores hatiku.
Tapi aku tahu bahwa Kau sedang memelukku sambil mengusap air mataku.
Engkau boleh ciptakan aku dengan tabiatku menanggung sendiri rasa sakitku, tapi aku tahu saat aku disakiti Engkau pun tengah merasakan sakitku.
Aku mencintai-Mu, Tuhan. Lebih dari apapun. Lebih dari manusia mana pun yang Engkau letakan di sisiku.
Sebab mereka dapat Kau ambil dariku kapan pun, namun saat aku tak mampu berkata-kata lagi, Engkaulah yang tetap bersabar, duduk di sebelahku dan mendengarkanku.
Jika Kau ambil semua talentaku dan aku terbangun tanpa segelintir memori pun, aku harap aku masih memiliki Roh-Mu di sini.
Aku mencintai-Mu, Tuhan. Thanks for Your shoulder that You lend to me.
Tuhan, lihatlah, mereka mulai menyakitiku lagi dan kini aku menangis lagi. Tapi aku masih mencintai-Mu, Tuhan.
Ya gw harap ini bukan skedar tulisan penuh emosi yg gw tulis sesaat, tapi tetep gw amini sampe kekekalan… Moga" ni tulisan jadi berkat, bukan masalah sombong ato pamer nya lho…
